~

~
by: Novi Ambarsari (vivovin)

Hot Reads

menulis adalah secangkir teh hangat. silakan diminum selagi hangat. maka dengan ini, selamatlah membaca selagi ampasnya mengendap~

Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Sunday, August 16, 2015

Kanak-kanak



"Aku suka sekali mencari perhatianmu. Dengan menangis, misalnya. Atau dengan cara lain seperti memanggil-mangil namamu di tengah keheningan. Aku mau diperhatikan. Tapi aku tidak berani memungkiri bahwa aku masih saja melupakan, menomorduakan Tuhan."

------------------------------------------------------------------

Tuhan ku yang maha mendengar, aku sangat yakin Tuah mendengarhalusnya suara hati manusia yang sedang menulis ini.Oleh karena keyakinan yang sangat bahkan amat itu, seringkali aku berbicara padamu tanpa kata tapi suara. Suara yang hanya mampu terdengar oleh engkau, Tuhanku, dan aku. Tapi seringkali pula, aku menjadi hamba yang berisik, meskipun Tuhan tidak pernah mengatakan bahwa aku berisik jika menyuarakan curhatanku, ceritaku, pertanyaan-pertanyaanku, dan lainnya.

Dihadapanmu, Tuhanku Yang Maha Besar, aku adalah kanak-kanak. Merengek dan manja adalah kebiasaan bahkan menjadi sifatku, ketika dihadapanmu. Aku, bukan mirip lagi, tapi memang adalah anak kecil yang jika aku gambarkan, seperti sedang menangis menarik lengan baju orang tuanya, meminta sebuah es krim seharga seribu rupiah. 

Tuhanku Yang Maha Istimewa, aku tidak akan pernah menjadi dewasa dihadapanmu. Aku tetaplah anak-anak yang terkadang merengek di malam hari atau remaja yang selalu butuh didengar curhatannya.

Tuhan, teguhkan aku yang maha terbolak-balik hatinya ini. Anak kecil selalu ingin ditemani, bahkan saat hendak ke kamar mandi. Anak kecil selalu minta digendong, bahkan baru berjalan beberapa langkah pun. Anak kecil selalu butuh diusap-usap ubun-ubunnya agar tenang. Oh ya Tuhan, betapa manjanya anak kecil satu ini.

Tuhan, apakah aku terlalu banyak bertanya? Karena aku sering sekali bertanya mengapa suatu hal terjadi, mengapa begini, mengapa itu begitu.. aku sangat ingin tahu alasan sesuatu. Termasuk, alasan mengapa sesuatu engkau larang. Apakah dengan seperti itu, aku termasuk hamba yang tidak patuh?

Aku suka mencari perhatianmu. Dengan menangis, misalnya. Atau dengan cara lain seperti memanggil-manggil namamu ditengah keheningan. Aku mau diperhatikan. Tapi aku tidak berani memungkiri bahwa aku masih saja sering melupakan, menomorduakan Tuhan. 

Tuhanku, seorang anak kecil ini merindukan, benar-benar merindukan pertemuan dengan penciptanya. Tapi anak kecil sepertiku ini tidak mau menunggu. Cukup menikmati perjuangan dan perjalanan yang panjang ini. Pada saatnya, waktu itu akan sampai. Bukankah aku hanya cukup mempersiapkan segalanya? Berpenampilan yang baik, berpakaian yang bersih, mempersiapkan senyuman paling indah, dan satu lagi, bekal selama diperjalanan. Karena anak kecil sepertiku, mudah lapar dan kelelahan..


Bismillah... 

ascrambleofthought.blogspot.com

Thursday, July 9, 2015

Jatuh Cinta


Mungkin kesalahanku adalah, aku jatuh cinta.

Entah prosesnya bagaimana. Jatuh, lalu mencinta. Atau mencinta lalu jatuh. Tapi pada saat itu yang aku rasakan hanya kebahagiaan. Oleh karena itu, aku tidak merasakan sakit bahkan aku tidak mengenal sakit. Bisa jadi aku juga lupa bagaimana rasanya sakit. Hingga saat itu akhirnya datang juga. Aku berkali-kali jatuh cinta pada orang yang sama. Berkali-kali pula sakit dan parahnya aku tidak menyadari bahwa sakit itu menumpuk dan bertambah. 

Apakah kesalahanku adalah karena aku jatuh cinta?

Aku membiarkan bunga-bunga bermekaran dan dipetik oleh seseorang. Tapi saat itu aku masih terlalu hijau, seperti buah yang rasanya manis pun masih belum. 

Pemahamanku dangkal sekali tentang rasa sakit. Anak-anak seperti aku waktu itu merasa telah dewasa, merasa telah siap, tampil berani bahkan untuk soal perasaan  : cinta-mencintai. Tak kupikir panjang, perasaan memang seharusnya disampaikan, paling tidak. Bersyukur kalau bisa terbalas. 

Ah, aku masih terlalu hijau saat itu. Terlalu mudah sekali membiarkan bunga bermekaran dan dipetik seseorang. Tapi perasaan itu terlanjur tumbuh. Dan bahagia saat bertemu dengan seseorang membuat mekarnya perasaan suka tak bisa dielak. 

Apa jatuh cinta itu salah?

Ketika aku mulai paham bahwa perasaan ingin memiliki kadang hanya tipuan. Beberapa hanya kemauan sesaat. Tapi dulu, tak terbilang jumlahnya malam-malam aku tergugu oleh rindu dan perasaan ingin memiliki yang semakin kuat. Benar-benar menyiksa saat itu. 

Mengapa perasaan unik ini, yang seharusnya indah, malah terasa mencekik dan menyakitkan? Dan anak perempuan sepertiku dulu hanya bisa diam dan memilih diam. Gengsi, kalau kata teman-teman. anak perempuan kok mengungkapkan rasa suka duluan? Begitulah, hari-hari diserang rindu, cemburu, dan perasaan-perasaan sejenis lainnya menyerang bersamaan. 

perlahan-lahan aku tumbuh. belajar. mengenal dan memahami tentang jatuh cinta dan rasa sakit. tentang bunga-bunga mekar yang terlanjur dipetik oleh seseorang. bahwa apapun itu yang terasa menyakitan atau hal-hal yang seharusnya indah tapi malah tidak, akan membuat kita lebih kuat. maka benar sekali nasihat ini, rasa sakit akan mendewasakan seseorang. rasa sakit yang didapat, diterima dengan lapang dada, disembuhkan dengan memaafkan, dan dirawat dengan penuh keikhlasan akan menjadikan kita sebagai sosok yang dewasa dan tegar.

dan sekarang, aku yang semoga lebih dewasa dari masa-masa itu dan mungkin tidak lebih dewasa dari masa yang akan datang, telah menemukan jawaban atas pertanyaanku sendiri. jatuh cinta itu tidak salah. ketika selama prosesnya kita belajar dan setelahnya kita mampu berdiri lebih tegar. karena sejatinya, rasa sakit itu mendewasakan dan cinta itu menguatkan..

Wednesday, September 3, 2014

Kenapa Kudu Kreatif


Ada yang bilang, kreatif itu bisa nggambar, bisa bikin lagu, ngelukis, memahat kayu jadi patung berseni tinggi, bisa bikin alat super canggih, bikin video keren, prakarya lucu dari bahan-bahan bekas, dsb. 

Yup. Itu semua kreatif. Produk kreativitas. Mungkin bisa dibilang kreatif dalam arti sempit. Mari perlebar maknanya teman-teman. Agar kita lebih leluasa.


Sebuah proses pemecahan masalah, semacam solusi brilian yang tidak terpikirkan sebelumnya, ada yang yang menyebutnya sebagai pandangan visioner yang melahirkan karya dan bentuk, bisa juga dikatakan sebagai satu langkah dimana langkah itu menghadirkan puluhan-ratusan-ribuan-juataan langkah yang lain. 

Itu, kreatif!

Dunia berkembang mengikuti pola manusia-manusia yang hidup pada zamannya. dan, faktanya, kreativitas turut andil dalam perkembangan itu sendiri. 

Kasih contoh nih, sederhanya aja : air mineral dalam kemasan. Pasti dulu pada banyak yang mikir, ngapain air mineral diwadahin terus dijual? Kok ya kurang kerjaan banget. Tapi berkat adanya produk kreativitas itu, dunia berubah. Yang tadinya harus cari sungai dulu untuk minum, sekarang tinggal beli aja di warung air mineral harga gopek udah dapet.

Yang akan aku tekankan disini adalah, being creative is a must, dear.

Kenapa ? karena : 

1.Menyelesaikan masalah butuh kreativitas.

Pernah merasa kalau pengalaman aja ngga cukup untuk nyelesaiin suatu masalah? Aku dan mungkin teman-teman pernah merasakan ini. Sekalipun kita pernah berada dalam masalah yang sama sebelumnya, penyelesaiannya justru berbeda. 

Hei, kreatif ngga melulu soal bikin karya cipta berupa bentuk atau benda. Kreatif ada dalam solusi dan pemikiran.

Magic-nya adalah, kreativitas dalam solusi dan pemecahan membuat suatu masalah terlihat anggun dan ngga menakutkan. 


2.       Orang cenderung tertarik

Temen-temen pasti lebih tertarik sama iklan rokok yang bijak dan stylish banget daripada iklan lain yang isinya Cuma promosi. Iya kan? kreativitas bermain peran dalam hal ini. kita mah jarang peduliin iklan itu yang bikin siapa, tapi isi dan cara nyampeinnya yang ngena banget itulah yang kita inget.



Contoh lain nih, di sekolah. Bandingin kedua guru yang memakai teknik berbeda dalam memberi tugas ke siswa. Guru biasa mungkin akan bilang, “kerjakan halaman 10 sampai 100, dikumpulkan besok.” Dan jadilah muridnya stress saat itu juga karena tugas-tugas itu menghujam tepat ke hati mereka -_-.

Tapi kalau guru kreatif, dia akan berpikir gimana cara agar murid tidak stress tapi tetep ngerjain tugas yang segitu banyaknya. Yah mungkin dia akan bilang, “sebagai pejuang-pejuang tangguh, ada tantangan yang butuh kalian taklukkan anak-anak. Nah, ini dia tantangannya, serdadu penjajah ada di halaman 10 – 100. Taklukkan dan kalahkan mereka. Besok bapak tunggu di meja bapak, ya.” Hehe panjang lebar dan mungkin kedengaran aneh ya? Tapi efeknya yang berbeda. 

Creativity makes people attracted, at least respect.

3.       Kreativitas bisa menghasilkan uang




Orang biasanya beli bungkus, bukan makanannya. Pernah dengar statement kayak begini? Sebenernya itu ungkapan kalo orang beli makanan karena tertarik sama bungkusnya yang unik padahal rasa makanannya biasa-biasa aja. Bahkan mereka rela keluarin uang lebih buat makanan yang sebenernya ngga begitu mahal. Tapi entah karena pengemasannya yang beda, bikin makanan itu jadi punya value tinggi. 

next ? ada lagi nih. tapi to be continued :D don't miss it guys !

Friday, August 1, 2014

kisah : oksigen tidak ramah lingkungan

Disebuah planet yang jauh dari hiruk pikuk bumi, ada sebuah hutan yang lebat ditumbuhi banyak pohon dan tumbuhan. Tiap hari mereka fotosintesis untuk menghasilkan makanan. 

Suatu hari, sebuah keluarga ningrat pohon apel sedang bercengkerama.

"Ayoo serap sinar matahari sebanyak-banyaknya. Hei kau, bentangkan daun-daunmu itu! Jangan sampai ada yang tersingkap!" Perintah ayah pohon apel. 

Semua anak-anaknya patuh. Maka terjadilah fotosintesis itu dengan sempurna. 

Tapi tiba-tiba anaknya yang paling tua bersuara.

"Ayah, tapi persediaan karbon dioksida kita menipis. Bagaimana ini?" Katanya setengah berteriak.

"Benarkah? Wah gawat! Kita tidak mungkin mengimpor karbondioksida dari planet tetangga!" Jawab sang ayah apel. 

"Kita harus ingat kata pepatah, rumput tetangga terlihat lebih hijau! Padahal belum tentu kualitasnya bagus," Sang ibu apel turut berpendapat.

"Ibu, sebenarnya kita akan mengimpor karbondioksida atau rumput sih?" Anak pohon apel yang paling muda menggerutu sambil menggaruk-garuk akarnya yang gatal.

"Ah sudah sudah! Pasti sesuatu telah terjadi. Mengapa karbondioksida kita menipis." Kata sang ayah pohon apel. Ranting-rantingnya berkerut tanda sedang berpikir. 

Penyelidikan pun dimulai. Ayah pohon apel mengerahkan seluruh elemen rerumputan dan semak belukar untuk mencari tahu. Kalangan rumput piawai dalam urusan negara seperti ini.

"Lapor paduka pohon apel! Saya beserta team gabungan Ilalang untuk Negeri berhasil menemukan penyebab mengapa hutan kita kekurangan karbon dioksida!" Kata komandan pasukan rumput.

Ia menjelaskan dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat singkatnya. Ternyata penyebabnya adalah karena kerajaan hewan kesulitan mendapatkan oksigen.

"Benar begitu?" Tanya paduka pohon apel.

"Benar paduka. Hal itu disebabkan karena kita para tumbuhan tidak lagi menghasilkan oksigen yang ramah lingkungan," kata sang komandan sambil menahan air matanya. 

Sang ayah pohon apel yang juga raja bagi kerajaan tumbuhan lalu bersedih. Ia sangat kecewa dengan dirinya dan kerajaannya. Selama ini mereka para tumbuhan hanya terfokus pada fotosintesis untuk menghasilkan makanan bagi kalangannya sendiri. 

Tapi mereka lupa untuk berusaha memberikan oksigen yang aman dan pastinya ramah lingkungan bagi kalangan hewan. Para rakyat hewan akhirnya kesulitan memanfaatkan oksigen-oksigen itu. Karena tipe format oksigen-oksigen yg ada bukan lagi berwujud gas! Tapi berwujud padat. Ya, oksigen padat. Entah bagaimana hal itu bisa terjadi.

*************

Yap! Maksudnya apa nih ceritanya? Hikmahnya apa nih? 

Oke. Well.. langsung aja :)

Kadang kita terlalu fokus untuk mendapatkan ilmu, untuk jadi yg paling pintar dan terdepan, fokus gimana caranya supaya kita pinter. Saya juga kamu mungkin pernah seperti ini. 

Hingga kita lupa gimana caranya ilmu dan capaian-capaian itu berguna bagi orang lain. Buat para calon maupun yg sudah jadi pendidik, mungkin kita sempet kepikiran kalau ilmu yg didapet nantinya akan diajarkan kpd murid-murid. Tapi justru poin ini yg kita lupakan : gimana caranya agar ilmu ini bisa dipahami dengan mudah.

Sekian dongengnya. See you at the next tale !!! :D


Sunday, June 8, 2014

Kisah Senja : Cerita Hati Sepasang Karib


Lusa yang lusa, perempuan itu memaki-maki lewat ponsel. Lewat tulisan. Kelihatannya ia bermasalah dengan teman karibnya. Laki-laki. Ia, perempuan. Pokoknya ada satu masalah yang membuat si teman perempuan ini kesal lalu jempolnya berutak-atik menuliskan kata2 luapan. Marah. Mungkin kecewa. 

Laki-laki tidak mau mengalah. Tetap dingin. Padahal mereka berdua karib. 

"I wish we won't meet anymore" tulis si perempuan. Ini benar2 tulisan yang berani. Bisa ditebak seberapa besar masalahnya. Tapi bukan, bukan masalahnya yang besar ternyata. Masalah-masalah kecil yang terakumulatif jadi bangunan yang rapuh. Dan masalah kali ini, yang tidak begitu besar, sukses meluluh lantakkan bangunan itu. Sekejap saja. 

Beberapa waktu berlalu. 
Aku biarkan cerita tentang mereka luluh lantak juga. Kubiarkan waktu yang menyembuhkan. Tapi suatu hari, keadaan berbalik. Mudah saja seperti membalik telapak tangan. Begitu saja. 
Mereka berdua kembali seperti semula. Tertawa bercanda. Seakan lupa apa yang telah si perempuan tuliskan. 

Ini menarik.

Kadang kita sampai pada sepotong kisah seperti ini. Mungkin hanya melihatnya sebagai kisah orang lain. Atau pernah mengalaminya. Luapan amarah bisa sedangkal itu. Dangkal tetapi menenggelamkan. Pun dengan cinta. Menerbangkan segala meskipun ia tidak bersayap. Seakan lupa pernah tenggelam. 

Ah mudah sekali. Marah menggerogoti. Menjerumuskan. Pikiran yang irasional. Cinta juga. Sama saja. Tapi sepotong kisah ini, dengan tidak bermaksud menggurui, telah mengajarkan satu hal : hati-hati terhadap emosi. 

Selesai.

Itu saja.

Semoga kita termasuk orang-orang yang berpikir. :)

Saturday, March 8, 2014

Most Shocking Second a Day Video #SaveSyiriasChildren




ada yang terlintas di benak waktu muter video ini, "Perdamaian itu milik siapa?" tiba-tiba merinding aja pas di menit ke 1:09. 

ngga kebayang hal serupa dari video itu kejadian disini, di depan mata kita.. 
ngga kebayang kalau adek, anak tetangga, anak-anak kecil yang masih belum kenal namanya perpecahan, bahkan aku sendiri, temen, orangtua, semuanya, ngalamin apa yang ada di video itu. ngga kebayang dan ngga bisa dibayangkan karena sebelumnya kita terbiasa hidup dengan normal. kalau inget cerita di zaman Nabi waktu perang, pertumpahan darah, meskipun kita sendiri ngga melihatnya secara live, mungkin ngga sih kita setangguh mereka? 

pernah ada yang nanya, "gimana caranya kita bisa ngebantu yang disana? gimana caranya biar konflik berkepanjangan itu berhenti?" 


saat pertanyaan itu muncul dan cari-cari jawaban di dalem kepala, video pendek itu nampilin kata-kata yang bikin tambah merinding :


#SaveSyiriasChildren

Tuesday, December 31, 2013

Kuliah itu Banyak Tahu tentang Banyak Hal


Mahasiswa, man! Mahasiswa!

Buat yang udah jadi mahasiswa, let me remind you : kita ini mahasiswa!

Kenapa sih memang kalau jadi mahasiswa? Apa istimewanya? Mahasiswa kan tugasnya berat? Cuma ganti panggilan dari siswa jadi mahasiswa, kan? Terus? Istimewanya dimana?

Hey, ini bukan tentang keistimewaan. Bukan juga tentang pangkat ‘MAHA’ di depan kata ‘SISWA’. Tapi lebih dari itu semua.

Well,

“Pangkat” ganti, tugas pun juga ganti bahkan punya sebutan yang berbeda. Apa itu? Kuliah. Mahasiswa tugasnya kuliah. Iya, kuliah. Kalau ditanya mau kemana, jawabnya mau kuliah bukan mau sekolah..

Akselerasi, boy! Ngapain kalian kuliah kalau cuma kuliah-nongkrong-pulang? Akselerasi! Kuliah itu banyak tau tentang banyak hal. Kuliah jurusan apapun jangan saklek, begitulah kira-kira maksud mas Pidi, alumni salah satu universitas di Yogyakarta. 

Misal, ngga Cuma mahasiswa hukum atau jurusan yang berbau politik yang berhak dan harus belajar politik. Ngga Cuma mahasiswa kesehatan yang bisa bahkan harus belajar tentang gimana caranya ngurus orang sakit, misalnya. Dst..

Ada banyak hal di sekitar kita yang harus kita peduliin, harus kita tau. Seenggaknya kita kenal. Dunia ini luas, ngga Cuma dunia jurusan aja yang kudu kita ngerti.

Pernah suatu ketika saya iseng tanya ke beberapa teman mahasiswa. Pertanyaannya pendek. Tinggal jawab ‘YA’ atau ‘TIDAK’. Pertanyaannya adalah :

“Tau Syi’ah, ngga?”

Dan apa jawaban dominan yang saya dapet?

NGGAK” a.k.a “TIDAK” alias mereka nggak tau syi’ah!

Tulisan ini ngga akan bahas tentang syi’ah-nya kok. Tapi dari jawaban dominan yang saya dapet, saya merasa ngga yakin. tapi tetep berusaha positive thinking. Kali aja mereka jawab ‘nggak’ karena males aja ngomongin syi’ah. Oke, saya coba tanya lagi dengan pertanyaan yang sama. “Syi’ah.. Syi’ah.. itu lho.. tau kan?” dan jawaban mereka……………

Tetep!

Tapi lebih panjang.

Nggak tau.

Oke. Titik! Mereka beneran nggak tau.

Balik lagi ke “Kuliah itu banyak tahu tentang banyak hal”. 
Mungkin kalimat ini artinya lebih ke ‘jadi mahasiswa yang berwawasan luas’. Bayangkan, untuk hal yang lagi booming mereka (re: mahasiswa) ngga tau. Oke, oke, memang ngga semua mahasiswa yang begitu sih. Tapi bayangkan kalau di luar sana ada berita tentang kekacauan bumi yang akan segera melanda Indonesia misalnya dan mereka (yang ngga tau atau ngga mau tau) itu ngga tau atau belum denger kabar itu?

Setelah mendengar jawaban mereka, akhirnya saya jadi mikir. Jangan-jangan saya sendiri malah ngga tau tentang syi’ah atau bahkan ngga tau sama hal-hal diluar sana yang mungkin lebih penting dari ini? Jangan-jangan malah saya yang ngga tau apa-apa dibanding mereka? Who knows..

Dan pikiran itu berlanjut.

Kita, mahasiswa yang terlalu sibuk mendalami ilmu di jurusan masing-masing atau terlalu sibuk dengan urusan dunia maya?

Let’s think it~ 

“Banyak tau tentang banyak hal” itu memang ngga semudah yang dibanyangin. Ngga mudah karena kita sibuk mikirin prosesnya yang panjang. Kalau gitu, kenapa ngga mencoba jalanin aja tuh proses yang katanya panjang itu ?

“Banyak tau tentang banyak hal” itu bukan agar seorang mahasiswa jadi keren atau gaul. Tapi agar ia tanggap dan peduli dengan apa yang telah ia ketahui. Jika ada seseorang di sana bertanya untuk apa tau banyak tentang banyak hal, mungkin jawaban yang bisa saya berikan selain jawaban diatas adalah, untuk kebaikan orang lain dan dirinya sendiri.


Okay, that’s all. Kritik saran tanggapan semoga bisa saya dapet dari tulisan sederhana ini. Semoga lewat tulisan ini ada yang tercerahkan lalu mencerahkan sesamanya juga.Thanks for reading this  :)

 
nyomot dari google ~

kayak pernah tau ini slide presentasi siapa. *ijin share ya*

Thursday, December 12, 2013

Karena Mata ngga Bisa Bohong


Mata ngga bisa bohong. Dan hati selalu berkata kebenaran.
Mata yang menggambarkan dan memperlihatkannya.

kalau hati udah bilang makanan yang diujung meja itu bikin enek, yaa mata ngga bisa bohong dan berpura-pura “nothing happenswhile somebody’s offering you that food. Mungkin yang menyamarkan ‘ke-enek-an’ Cuma senyuman. That’s so simple, man! Lewat senyuman semua bisa diatasi (not all case, sih)

tapi senyuman yang gampang banget menutupi isi hati yang sebenarnya itu, ngga perlu disalahkan. Toh, berkat dia, kita bahagia. semua senang~ betul tidak? 

Contoh sederhana nih, temen sebelah nawarin snack ke kita terus kitanya malu-malu mupeng. Tapi penginnya jaga image biar dikira cool. Yeah, waktu temen sebelah bilang, “mau ngga?” cukup dijawab dengan mengangkat lima jari dan setelah itu senyum. Dan tampang kemupengan kita pun tertutupi!

Nah, senyum memang bikin segala yang tabu jadi berkesan dramatis~ J Being cool’s reached!

tapi saran nih. Rezeki jangan ditolak, deh. Kalau beneran lagi laper terus ada temen nawarin kue dan kalian pengen, yaa ambil aja. Jaim emang kadang bikin kita tersiksa, beneran.

Well, melipir kemana-mana, nih.

Oke. Balik ke mata dan hati.

Tuhan memang baik, ya. Menciptakan mata dan hati untuk jujur. Jujur itu, mahal! Makanya, ketika polisi sedang mengintrogasi tersangka, dia selalu lihat mata si tersangka, bukan jidatnya. Karena jidat hanyalah selebar lapangan futsal tidak bisa menggambarkan isi hati seseorang.

Dan pak polisi atau guru BK atau orang tua sekalipun ngga akan melihat hati kita saat mengintrogasi. Yaa karena hati ngga bisa dilihat.

Tentang ciri-ciri gerakan mata orang yang lagi ngga jujur, ada beberapa sih. Ngga begitu akurat, soalnya bersumber dari si kakek. Iya kakek, siapa lagi….....?

Ini nih ciri-cirinya :

Ketika berbohong, orang cenderung menghindari kontak mata dengan lawan bicara. Mata gerak kemana-mana dan pupil membesar. Ada yang mengatakan bahwa jika seseorang diberi pertanyaan lalu mata orang tersebut bergerak ke arah kiri, maka bisa dipastikan jawabannya benar atau jujur. Tapi jika mata bergerak ke arah kanan, maka ia sedang mengarang atau berbohong.
Wallahu’alam yaa~

Hati-hati kalau mau ngga jujur. Karena apa? Karena mata ngga bisa bohong !

Well cukup segitu dulu, sebagai closing, ada quote yang powerful banget buat readers J

udeh, jangan galo :3



Saturday, November 30, 2013

sometimes, come home doesn't go to somewhere

sometimes, come home doesn't go to somewhere.. but someone..

semua rutinitas itu.. adalah segala lelah yang ingin kita sembuhkan.
setiap hari adalah hari yang sama, tempat yang sama, kesibukan, dan orang-orang yang sama. ketika bosan mengetuk pintu dan memaksa untuk dipersilakan masuk, dalam hati ingin rasanya berteriak agar kebosanan itu pergi. karena setumpuk kewajiban dan rutinitas harus segera dipenuhi. 

dan disela malam,
ketika yang lain memilih untuk terlelap..
ketika yang lain bermimpi dalam tidurnya,

engkau terjaga.

ada sekelopak rindu yang gugur dari hatimu. sekelopak rindu dari bunga yang kau jaga agar bisa kau tebarkan harumnya saat waktunya tiba.
semuanya terdengar sangat klasik ketika engkau bergumam, 

"aku ingin pulang.."

tapi bukan tempat manapun yang ingin kau tuju untuk melepas rindu, bukan kemanapun.

tapi ke dalam cahaya mata seseorang, rindu itu ingin kau berikan..

maka,
pejamkan matamu dan tersenyumlah. ucapkan doa meski mulut tak berkata. ucapkan nama-Nya dengan hatimu, semoga suatu saat nanti pertemuan yang kau inginkan itu Ia beri.. :)

Monday, October 28, 2013

ForeFathers (Selamat Hari Sumpah Pemuda!)


look at what the forefathers left for us
can you feel the spirit moving accordingly
one thing I realize about this day
oh, have we learned a thing or two
from what our forefathers left

have we learned, have we learned
have we learned, have we learned from our forefathers
have we changed, have we changed
have we learned, have we learned from the past

yesterday was that you learned
tomorrow is that for us to dream
and today is that for us to live our life
to change for the better, to change for the better
to change for the better, to change for the better
to change for the better

have we learned, have we learned
have we learned, have we learned from our forefathers
have we changed, have we changed
have we learned, have we learned
have we learned, have we learned from our forefathers
a thing or two
(sang by Jebraw)

SELAMAT PAGI PEMUDA !
SELAMAT HARI SUMPAH PEMUDA !
:)





Sunday, September 1, 2013

Bercerita untuk Didengarkan

Tulisan ini bakal panjang dan full text, yah semoga kalian ngga bosan sebelum titik terakhir. (aamiin..)

Mulai :

Bercerita untuk didengarkan, bukan untuk “mendengarkan”. Egois? Tidak adil? memang. Barangkali sisi ini akan terlihat saat seseorang telah lelah memendam. (ok, mendengarkan pakai tanda kutip)

Secara kita bercerita, menceritakan hal yang ganggu dipikiran atau sudah lama bersemayam dan beranak pinak di dalam kepala. Entah masalah atau sesuatu yang menggelitik. Bukan perkara egois atau tidak. Semua manusia punya sisi egois.

Orang bercerita tandanya butuh atau ingin didengarkan.

Beberapa memang bercerita agar mendapatkan solusi atau masukan. Mari kita garis bawahi. “bercerita agar mendapatkan solusi atau masukan.” Tapi yang sedang kita bahas disini adalah bercerita untuk didengarkan J

Sama halnya seperti di tempat cukur rambut. Ada yang mencukur dan ada pula yang ingin rambutnya dicukur. Ngga lucu kalau dua-duanya saling mencukur satu sama lain. (Siapa yang bayaaar?) ya kan?

Contoh yang umum banget, yang gampang kita temuin di gerombolan anak-anak cewe adalah, curhat.

Temen yang satu cerita tentang neneknya yang baru pulang dari naik haji tapi lupa beli korma lalu dia bingung gimana cara menghibur neneknya yang sedih dan cerita itu ditanggapi dengan teman cewe yang lain dengan cerita tentang temen ayahnya yang sibuk ngurusin kakak keponakannya yang abis tabrakan di deket pasar.

Duh.

Mumet? Iya, sama.

Apa yang bisa kita simpulin? Dua-duanya egois? Dua-duanya ngga mau ngalah? Dua-duanya sama-sama ingin didengar?

Kalau sudah begitu rasanya sia-sia bercerita. Sia-sia menumpahkan apa yang ada di dalam kepala kepada seseorang. Padahal kita berharap didengar, ditanggapi, dimengerti. Semua orang ingin ketiga-tiganya. Pasti.

Yang ngga enak itu saat “sama-sama ingin didengar” terjadi dalam satu waktu. Ya itu tadi. Si O bercerita tentang perkara ‘b’ lalu ditanggapi oleh si P dengan bercerita tentang perkara ‘a’.

Lagipula, ngga ada ceritanya seseorang bercerita hanya sekedar bercerita tanpa berharap untuk didengarkan. (wagu, kuwi jenenge). 

Penyiar radio, kenapa mereka berusaha menyiarkan sesuatu yang lagi booming, penting, atau genting (misal) ? ya karena ingin di dengar. Yo, to? ngga ada ceritanya seorang penyiar radio menyiarkan berita tiap hari karena dia hobi. Ya pasti karena ingin di dengarkan. Pasti ujung-ujungnya karena ingin di dengarkan. Percaya, deh… :D

Gimana?

Udah mulai bosan?

Baiklah, kita sampai pada kesimpulan :))


Kesimpulannya adalah bercerita untuk didengarkan itu bukan egois. Sebagai tambahan, ada kalanya kita perlu jadi talk passive. Maksudnya kuping kita bener-bener dipakai. Kalau kata guru Bahasa Inggris, be a good listener.  Tentang be a good listener, mungkin saya bahas kapan-kapan, yah J



Merci. Semoga bermanfaat :D
Copyright © 2014 The Words World