~

~
by: Novi Ambarsari (vivovin)

Hot Reads

menulis adalah secangkir teh hangat. silakan diminum selagi hangat. maka dengan ini, selamatlah membaca selagi ampasnya mengendap~

Showing posts with label opini. Show all posts
Showing posts with label opini. Show all posts

Tuesday, March 7, 2017

WIMM : The Alchemist dan Paulo Coelho

Image result for alchemist novel indonesia
Add caption

WIMM #1
What's In My Mind : A Brazilian Novel, The Alchemist.


Alchemist, kata kunci yang apabila diketik di mesin pencari, langsung muncul nama seorang Brazilian, Paulo Choelho. 

Sekilas baca judulnya saya berpikir, "ini novel kimia ? atau menceritakan tentang seorang ahli kimia ?" Covernya waktu itu masih bergambar beberapa domba dan seorang yang memakai jubah putih dengan seekor elang bertengger di tangannya, juga padang pasir. Alchemy memang konon berasal dari Bangsa Egypt. 

Tapi, novel apa ini ?

Pada chapter pertama, halaman pertama, Paulo Coelho mengenalkan tokohnya yang kemudian ia ceritakan dengan sangat gamblang betapa brilian pola pikir tokohnya tersebut, padahal hanya seorang gembala domba. 

Beberapa kali si tokoh ini semacam "membanggakan" dirinya karena pada waktu itu, terutapa di daratan tempat tinggalnya, gembala jarang sekali yang bisa membaca. Si tokoh yang oleh Paulo Coelho hanya disebutkan nama nya sekali di awal cerita ini, sebenarnya adalah seorang anak yang beruntung mendapat restu dari kedua orangtuanya untuk pergi berkelana sebagai gembala domba dan terlihat betul ia berasal dari kalangan yang taat agama. 

Santiago, nama anak gembala domba itu, yang konon punya kemampuan ajaib telah mengalami berbagai peristiwa yang melibatkan jiwa. Perjalanan hidupnya adalah perjalanan mengikuti kata hati dan tentu saja, intuisi. Intuisi tajam, pemikiran yang brilian, dan keinginan yang kuat. Sempurna. Namun pernah beberapa kali ia mengalami pergolakan bathin. 

Dan sekali lagi, 

Paulo Coelho sukses menceritakan bahkan mendeskripsikan betapa briliannya si gembala muda ini terhadap peristiwa yang di alaminya. Seperti bagaimana ia jatuh cinta pertama kali pada seorang gadis saudagar, bagaimana ia bisa selamat dari keterpurukan atas kesialannya di tanah asing yang baru ia jejaki, dan bagaimana ia melahirkan kesimpulan-kesimpulan yang mencerahkan terhadap apa yang nampak dan ia rasakan selama pengembaraannya di negeri asing. 

Latar dari novel ini sangat banyak dan signifikan berbeda, pembaca akan diajak oleh Penulis untuk berkelana seperti sang gembala. Ketika menceritakan padang pasir yang sulit ditebak misalnya, saya merasa sedang berada di sana. 

Novel ini seperti novel penjelajah yang ringan untuk dibaca namun sarat akan makna untuk direnungi. 

inti dari novel ini adalah memang sebuah perjalanan mengikuti kata hati. Namun misi si tokoh utama adalah pencarian harta karun. Disinilah letak twistnya. Siapa Alchemist dan bagaimana rupanya akan dijelaskan secara lengkap di bagian ini. Lengkap dengan kebudayaan orang islam pada masanya, dan cerita perang yang mengagumkan. 

Novel ini, bagi saya, adalah salah satu referensi untuk mengolah kembali rasa. Seperti buku motivasi namun dikemas dalam cerita padang pasir dan unta-unta juga oase yang menyegarkan. 

Tak heran, novel ini menjadi salah satu novel dengan pembaca terbanyak dan dijadikan referensi atau bahan diskusi beberapa mata kuliah di universitas. 

hmm.. :) selamat membaca ! 

Thursday, July 9, 2015

Jatuh Cinta


Mungkin kesalahanku adalah, aku jatuh cinta.

Entah prosesnya bagaimana. Jatuh, lalu mencinta. Atau mencinta lalu jatuh. Tapi pada saat itu yang aku rasakan hanya kebahagiaan. Oleh karena itu, aku tidak merasakan sakit bahkan aku tidak mengenal sakit. Bisa jadi aku juga lupa bagaimana rasanya sakit. Hingga saat itu akhirnya datang juga. Aku berkali-kali jatuh cinta pada orang yang sama. Berkali-kali pula sakit dan parahnya aku tidak menyadari bahwa sakit itu menumpuk dan bertambah. 

Apakah kesalahanku adalah karena aku jatuh cinta?

Aku membiarkan bunga-bunga bermekaran dan dipetik oleh seseorang. Tapi saat itu aku masih terlalu hijau, seperti buah yang rasanya manis pun masih belum. 

Pemahamanku dangkal sekali tentang rasa sakit. Anak-anak seperti aku waktu itu merasa telah dewasa, merasa telah siap, tampil berani bahkan untuk soal perasaan  : cinta-mencintai. Tak kupikir panjang, perasaan memang seharusnya disampaikan, paling tidak. Bersyukur kalau bisa terbalas. 

Ah, aku masih terlalu hijau saat itu. Terlalu mudah sekali membiarkan bunga bermekaran dan dipetik seseorang. Tapi perasaan itu terlanjur tumbuh. Dan bahagia saat bertemu dengan seseorang membuat mekarnya perasaan suka tak bisa dielak. 

Apa jatuh cinta itu salah?

Ketika aku mulai paham bahwa perasaan ingin memiliki kadang hanya tipuan. Beberapa hanya kemauan sesaat. Tapi dulu, tak terbilang jumlahnya malam-malam aku tergugu oleh rindu dan perasaan ingin memiliki yang semakin kuat. Benar-benar menyiksa saat itu. 

Mengapa perasaan unik ini, yang seharusnya indah, malah terasa mencekik dan menyakitkan? Dan anak perempuan sepertiku dulu hanya bisa diam dan memilih diam. Gengsi, kalau kata teman-teman. anak perempuan kok mengungkapkan rasa suka duluan? Begitulah, hari-hari diserang rindu, cemburu, dan perasaan-perasaan sejenis lainnya menyerang bersamaan. 

perlahan-lahan aku tumbuh. belajar. mengenal dan memahami tentang jatuh cinta dan rasa sakit. tentang bunga-bunga mekar yang terlanjur dipetik oleh seseorang. bahwa apapun itu yang terasa menyakitan atau hal-hal yang seharusnya indah tapi malah tidak, akan membuat kita lebih kuat. maka benar sekali nasihat ini, rasa sakit akan mendewasakan seseorang. rasa sakit yang didapat, diterima dengan lapang dada, disembuhkan dengan memaafkan, dan dirawat dengan penuh keikhlasan akan menjadikan kita sebagai sosok yang dewasa dan tegar.

dan sekarang, aku yang semoga lebih dewasa dari masa-masa itu dan mungkin tidak lebih dewasa dari masa yang akan datang, telah menemukan jawaban atas pertanyaanku sendiri. jatuh cinta itu tidak salah. ketika selama prosesnya kita belajar dan setelahnya kita mampu berdiri lebih tegar. karena sejatinya, rasa sakit itu mendewasakan dan cinta itu menguatkan..

Wednesday, September 3, 2014

Kenapa Kudu Kreatif


Ada yang bilang, kreatif itu bisa nggambar, bisa bikin lagu, ngelukis, memahat kayu jadi patung berseni tinggi, bisa bikin alat super canggih, bikin video keren, prakarya lucu dari bahan-bahan bekas, dsb. 

Yup. Itu semua kreatif. Produk kreativitas. Mungkin bisa dibilang kreatif dalam arti sempit. Mari perlebar maknanya teman-teman. Agar kita lebih leluasa.


Sebuah proses pemecahan masalah, semacam solusi brilian yang tidak terpikirkan sebelumnya, ada yang yang menyebutnya sebagai pandangan visioner yang melahirkan karya dan bentuk, bisa juga dikatakan sebagai satu langkah dimana langkah itu menghadirkan puluhan-ratusan-ribuan-juataan langkah yang lain. 

Itu, kreatif!

Dunia berkembang mengikuti pola manusia-manusia yang hidup pada zamannya. dan, faktanya, kreativitas turut andil dalam perkembangan itu sendiri. 

Kasih contoh nih, sederhanya aja : air mineral dalam kemasan. Pasti dulu pada banyak yang mikir, ngapain air mineral diwadahin terus dijual? Kok ya kurang kerjaan banget. Tapi berkat adanya produk kreativitas itu, dunia berubah. Yang tadinya harus cari sungai dulu untuk minum, sekarang tinggal beli aja di warung air mineral harga gopek udah dapet.

Yang akan aku tekankan disini adalah, being creative is a must, dear.

Kenapa ? karena : 

1.Menyelesaikan masalah butuh kreativitas.

Pernah merasa kalau pengalaman aja ngga cukup untuk nyelesaiin suatu masalah? Aku dan mungkin teman-teman pernah merasakan ini. Sekalipun kita pernah berada dalam masalah yang sama sebelumnya, penyelesaiannya justru berbeda. 

Hei, kreatif ngga melulu soal bikin karya cipta berupa bentuk atau benda. Kreatif ada dalam solusi dan pemikiran.

Magic-nya adalah, kreativitas dalam solusi dan pemecahan membuat suatu masalah terlihat anggun dan ngga menakutkan. 


2.       Orang cenderung tertarik

Temen-temen pasti lebih tertarik sama iklan rokok yang bijak dan stylish banget daripada iklan lain yang isinya Cuma promosi. Iya kan? kreativitas bermain peran dalam hal ini. kita mah jarang peduliin iklan itu yang bikin siapa, tapi isi dan cara nyampeinnya yang ngena banget itulah yang kita inget.



Contoh lain nih, di sekolah. Bandingin kedua guru yang memakai teknik berbeda dalam memberi tugas ke siswa. Guru biasa mungkin akan bilang, “kerjakan halaman 10 sampai 100, dikumpulkan besok.” Dan jadilah muridnya stress saat itu juga karena tugas-tugas itu menghujam tepat ke hati mereka -_-.

Tapi kalau guru kreatif, dia akan berpikir gimana cara agar murid tidak stress tapi tetep ngerjain tugas yang segitu banyaknya. Yah mungkin dia akan bilang, “sebagai pejuang-pejuang tangguh, ada tantangan yang butuh kalian taklukkan anak-anak. Nah, ini dia tantangannya, serdadu penjajah ada di halaman 10 – 100. Taklukkan dan kalahkan mereka. Besok bapak tunggu di meja bapak, ya.” Hehe panjang lebar dan mungkin kedengaran aneh ya? Tapi efeknya yang berbeda. 

Creativity makes people attracted, at least respect.

3.       Kreativitas bisa menghasilkan uang




Orang biasanya beli bungkus, bukan makanannya. Pernah dengar statement kayak begini? Sebenernya itu ungkapan kalo orang beli makanan karena tertarik sama bungkusnya yang unik padahal rasa makanannya biasa-biasa aja. Bahkan mereka rela keluarin uang lebih buat makanan yang sebenernya ngga begitu mahal. Tapi entah karena pengemasannya yang beda, bikin makanan itu jadi punya value tinggi. 

next ? ada lagi nih. tapi to be continued :D don't miss it guys !

Wednesday, July 2, 2014

6 Tipe Mahasiswa Setelah Tau IP


Beberapa waktu kemarin, suasana media social chatting kelas saya ramai sama yang namanya IP. Bukan Internet Protocol. Itu lho, Indeks Prestasi. Pengumuman IP adalah sesuatu yang bisa bikin jantung deg-degan nya ngga pasti. Random. Pokonya pertanyaan, "IP-mu berapa?" itu semacam pertanyaan yang cukup sensitif bagi sebagian (besar) mahasiswa. :D 



Kalau diamatin, ternyata para mahasiswa itu bisa di bagi jadi beberapa tipe berdasarkan respon setelah tau IP. Ini cuma analisa abal-abal saya aja, sih. Coba lihat, kamu ada di tipe mana?

note : tulisan di bawah ini ngga ada maksud menyindir atau men-judge atau mem-bully. really. Kalau ada kesamaan nama dan sebagainya, itu murni ketidaksengajaan.
Tipe 1 : Mahasiswa penakut.
Lebih tepatnya bukan penakut sih. Tapi mahasiswa tipe ini sangat hati-hati kalau buka siakad. Dia cenderung log-in siakad buat ngecek IP ntar-ntaran dan ogah-ogahan. Mungkin karena trauma dimasa lalu atau apa. Yang jelas mahasiswa tipe ini sangat mengkhawatirkan IP-nya jelek, anjlok, terus udah negative thinking duluan. Galau-galau ngga jelas padahal belum ngecek sama sekali dsb.


Tipe 2 : Mahasiswa Pengeluh.
Kalau yang ini, tingkat keberaniannya bisa dikatakan lebih besar dari pada tipe pertama. Pasalnya, dia udah ngecek IP dan mengalami seluruh kronologi kejutan nilai dan kegalauan yang ada karena IP jelek. Terus dia ngeluh ke orang-orang terdekatnya, menceritakan kesedihannya hingga berlarut-larut. Pokoknya ngeluh. "Duh, IP jelek amat yak" "Mati gue IP cuma segini." "Ah, males banget ikut semester khusus. Udah ribet, liburan kepotong, bayar lagi." dsb.


Tipe 3 : Mahasiswa IP cumlaude tapi masih ngeluh.
Biasanya, yang saya temuin di kampus sih, mahasiswa tipe ini suka ngeluhin jumlah nilai dibawah A-nya yang sedikit  banyak banget. But it doesn't really matter with their 'cumlaude' predicate, really. 

Dan, ada mahasiswa tipe ini yang ngeluhinnya di orang yang tidak tepat sama sekali. Misal, sebut saja Ano (singkatan dari anonim) punya IP 3,75 dengan nilai B+ berjumlah dua. Suatu hari dia ngeluh sama temennya Tana (Tanpa Nama) yang IP-nya ngga cumlaude. Kan, kasihan itu si Tana. Semoga Tana diberi kekuatan dan kesabaran :')

Ada lagi mahasiswa Tipe 3 yang suka ngeluh padahal IP-nya Cumlaude. Bukan karena jumlah nilai dibawah A nya. Tapi karena (mungkin) kurang puas atau bersyukur. Misal, "Yaduh, IP gue cuma 3,7" "Duh gimana ya IP 3,8 nanggung banget. ah!" dsb.


Tipe 4 : Mahasiswa Nyantai Woles.
Kenyantai-an atau Ke-wolesan mereka ini macem-macem, sih. Bisa karena IP-nya memang udah bagus atau sesuai terget. Bisa karena IP-nya biasa-biasa aja tapi udah mampu bersyukur dan ngga muluk.  Atau bisa juga karena mereka sudah kebal sama IP anjlok, jelek, kudu ikut semester khusus, perjuangan, dsb. :D misalnya, "Apa? IP jelek? gampang, masih ada taun depan.." "Apa? IP turun? santai, masih bisa ngulang~"

Tipe yang ini pokoknya ibarat batu karang, ngga tumbang meski badai menghantam. Hahaa


woles berow~


Tipe 5 : Mahasiswa Arogan
Sombongnya.. Sombong... halus, biasanya. Mahasiswa tipe ini jarang nongol dan menampakkan diri. Kebanyakan (yang pernah saya temui) bentuk kesombongannya itu sangat halus dan ngga blak-blakkan. Sombongnya itu mirip aroma. Ngga terlihat, tapi kecium. 


Tipe 6 : Mahasiswa Jaim
Okay, terakhir mahasiswa jaim. Sering ngga atau pernah nemuin mahasiswa yang kalau ditanya IP, dia cenderung menghindar dan ngga mau kasih tau. Jaim-nya bisa karena dua hal. Pertama, dia ngga mau menyakiti hati temannya karena IP-nya lebih bagus. Kedua, dia malu sama temen-temennya karena IP-nya ngga sebagus yang lain atau karena IP-nya ngga segede perkiraan temen-temennya. 


That's all. Tipe-tipe versi saya di atas belum mencakup seluruhnya sih. Bisa jadi ada percampuran tipe di diri kalian bahkan di diri saya :D 
The least we can do is,  introspeksi. Kalau menurut saya, galau IP itu boleh dan perlu tapi dengan syarat galaunya ngga kelamaan, merugikan orang lain juga diri sendiri, dan diikuti sama semangat dan action berubah untuk lebih baik. #bijak


#menghiburdiri

Tulisan di atas cuma analisa abal-abal-an. dan ngga ada niat untuk menyindir. Kalau terkesan men-judge, saya minta maaf :)

semoga bermanfaat !
Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan :)

Thursday, March 20, 2014

Kenapa Golput ?


pernah ngga sih ke toko baju dan mbak-mbak SPG-nya nawarin kamu berbagai macam warna baju dan yang terjadi selanjutnya adalah kamu bingung pilih warna yang mana? ini cuma pertanyaan pemanasan nih sebelum tulisan panjang ini saya gelar~
banyak warna. semakin banyak, semakin bingung.

mirip sama milih calon ketua OSIS misal, atau caleg, presiden, dan kawan-kawan.
tapi guys, milih pemimpin ngga sesederhana milih warna baju. pilihan apapun itu ternyata punya pertanggungjawaban

terus, tentang pilih-memilih ini, akhir-akhir ini kata-kata golput lagi mem-booming. ada yang pernah nanya, golput itu termasuk pilihan ngga sih? iya, golput termasuk pilihan. terus ada yang nanya lagi : tapi kan mereka ngga memilih siapa-siapa, gimana bisa dibilang golput termasuk pilihan? mereka ngga memilih, lho... 

tetep. golput adalah sebuah pilihan. pilihan yang dipilih oleh orang yang memilih untuk tidak memilih siapa-siapa.

saya sendiri ngga ingin golput, meskipun pernah sekali golput karena ikut-ikutan waktu pemilihan ketua OSIS SMP. justru mereka yang memilih golput membuat saya mikir dan bertanya-tanya.



kenapa mereka golput?
apa gara-gara tidak ada pilihan lagi?
atau mungkin mereka lelah memilih?
atau...
sudah tidak ada lagi yang pantas dipilih dan mereka memutuskan untuk tidak memilih daripada memilih orang yang salah?
mungkin iya, mungkin ngga.

ada yang berpendapat, golput itu ngga menghargai hak yang sudah diberikan. yaitu hak memilih. ada yang urun suara, kalau golput itu adalah cara terbaik. sebagian ada yang bilang kalau seseorang itu sebaiknya jangan golput karena ketika ternyata pilihan terbanyak jatuh pada orang yang salah, kita akan menyesal dan terpaksa harus menjalankan ritual peng-ihklas-an diri yang pahit. bahkan ada yang sampai menghukumi tindakan golput. menurut saya itu adalah sesuatu yang cukup berani.


ok, balik lagi ke alasan kenapa dilakukan golput.

kalau ternyata karena tidak ada yang pantas dipilih, apa seburuk itukah calon-calon yang notabene telah "memberanikan" diri maju mencalonkan dirinya untuk "mengabdi" dan "melayani" ? 
yang saya takutkan adalah alasan golput karena sudah ngga percaya lagi dengan apalah itu namanya pemilu, pemerintahan, dan segala macam keluarganya.

saya lebih takut,
kalau yang terjadi adalah krisis kepemimpinan. mungkin lain kali mari kita bahas tentang ini :)

bagaimanapun, mengembalikan kepercayaan masyarakat itu cukup susah. lingkup kecilnya di kelas, misalnya. akan sangat susah mempercayakan keuangan kelas pada bendahara yang ketahuan korup. apalagi jika ternyata ketua kelas adalah dalang dibalik tragedi korupsi menyedihkan itu. susah.

maka, 
pencerdasan tentang sosok pemimpin dan pengetahuan akan latar belakang calon-calonnya itu sangat penting. takut salah pilih bisa saja berawal dari tidak tahu  , atau ngga mau tahu  (._.)/||

mari buka mata, buka hati.
memilih ngga sekedar milih. kritis. tanggap. jangan begitu saja menelan mentah-mentah apa yang disajikan media. banyak sekali pencitraan yang omong kosong disana. saling menjatuhkan satu sama lain udah biasa. 

golput sebaiknya dihindari aja deh. ayolah, kita sudah diberi hak untuk memilih. kita diberi hak untuk memperbaiki negara dengan memilih sang pemimpin. ayolah, masa ingin membiarkan pilihan terbanyak jatuh pada orang yang salah? 

BERANI MEMILIH, HEBAT !
Selamat datang pemilu 2014! Saksikan aku dan partisipasiku ! :)


Tuesday, December 31, 2013

Kuliah itu Banyak Tahu tentang Banyak Hal


Mahasiswa, man! Mahasiswa!

Buat yang udah jadi mahasiswa, let me remind you : kita ini mahasiswa!

Kenapa sih memang kalau jadi mahasiswa? Apa istimewanya? Mahasiswa kan tugasnya berat? Cuma ganti panggilan dari siswa jadi mahasiswa, kan? Terus? Istimewanya dimana?

Hey, ini bukan tentang keistimewaan. Bukan juga tentang pangkat ‘MAHA’ di depan kata ‘SISWA’. Tapi lebih dari itu semua.

Well,

“Pangkat” ganti, tugas pun juga ganti bahkan punya sebutan yang berbeda. Apa itu? Kuliah. Mahasiswa tugasnya kuliah. Iya, kuliah. Kalau ditanya mau kemana, jawabnya mau kuliah bukan mau sekolah..

Akselerasi, boy! Ngapain kalian kuliah kalau cuma kuliah-nongkrong-pulang? Akselerasi! Kuliah itu banyak tau tentang banyak hal. Kuliah jurusan apapun jangan saklek, begitulah kira-kira maksud mas Pidi, alumni salah satu universitas di Yogyakarta. 

Misal, ngga Cuma mahasiswa hukum atau jurusan yang berbau politik yang berhak dan harus belajar politik. Ngga Cuma mahasiswa kesehatan yang bisa bahkan harus belajar tentang gimana caranya ngurus orang sakit, misalnya. Dst..

Ada banyak hal di sekitar kita yang harus kita peduliin, harus kita tau. Seenggaknya kita kenal. Dunia ini luas, ngga Cuma dunia jurusan aja yang kudu kita ngerti.

Pernah suatu ketika saya iseng tanya ke beberapa teman mahasiswa. Pertanyaannya pendek. Tinggal jawab ‘YA’ atau ‘TIDAK’. Pertanyaannya adalah :

“Tau Syi’ah, ngga?”

Dan apa jawaban dominan yang saya dapet?

NGGAK” a.k.a “TIDAK” alias mereka nggak tau syi’ah!

Tulisan ini ngga akan bahas tentang syi’ah-nya kok. Tapi dari jawaban dominan yang saya dapet, saya merasa ngga yakin. tapi tetep berusaha positive thinking. Kali aja mereka jawab ‘nggak’ karena males aja ngomongin syi’ah. Oke, saya coba tanya lagi dengan pertanyaan yang sama. “Syi’ah.. Syi’ah.. itu lho.. tau kan?” dan jawaban mereka……………

Tetep!

Tapi lebih panjang.

Nggak tau.

Oke. Titik! Mereka beneran nggak tau.

Balik lagi ke “Kuliah itu banyak tahu tentang banyak hal”. 
Mungkin kalimat ini artinya lebih ke ‘jadi mahasiswa yang berwawasan luas’. Bayangkan, untuk hal yang lagi booming mereka (re: mahasiswa) ngga tau. Oke, oke, memang ngga semua mahasiswa yang begitu sih. Tapi bayangkan kalau di luar sana ada berita tentang kekacauan bumi yang akan segera melanda Indonesia misalnya dan mereka (yang ngga tau atau ngga mau tau) itu ngga tau atau belum denger kabar itu?

Setelah mendengar jawaban mereka, akhirnya saya jadi mikir. Jangan-jangan saya sendiri malah ngga tau tentang syi’ah atau bahkan ngga tau sama hal-hal diluar sana yang mungkin lebih penting dari ini? Jangan-jangan malah saya yang ngga tau apa-apa dibanding mereka? Who knows..

Dan pikiran itu berlanjut.

Kita, mahasiswa yang terlalu sibuk mendalami ilmu di jurusan masing-masing atau terlalu sibuk dengan urusan dunia maya?

Let’s think it~ 

“Banyak tau tentang banyak hal” itu memang ngga semudah yang dibanyangin. Ngga mudah karena kita sibuk mikirin prosesnya yang panjang. Kalau gitu, kenapa ngga mencoba jalanin aja tuh proses yang katanya panjang itu ?

“Banyak tau tentang banyak hal” itu bukan agar seorang mahasiswa jadi keren atau gaul. Tapi agar ia tanggap dan peduli dengan apa yang telah ia ketahui. Jika ada seseorang di sana bertanya untuk apa tau banyak tentang banyak hal, mungkin jawaban yang bisa saya berikan selain jawaban diatas adalah, untuk kebaikan orang lain dan dirinya sendiri.


Okay, that’s all. Kritik saran tanggapan semoga bisa saya dapet dari tulisan sederhana ini. Semoga lewat tulisan ini ada yang tercerahkan lalu mencerahkan sesamanya juga.Thanks for reading this  :)

 
nyomot dari google ~

kayak pernah tau ini slide presentasi siapa. *ijin share ya*

Thursday, December 12, 2013

Karena Mata ngga Bisa Bohong


Mata ngga bisa bohong. Dan hati selalu berkata kebenaran.
Mata yang menggambarkan dan memperlihatkannya.

kalau hati udah bilang makanan yang diujung meja itu bikin enek, yaa mata ngga bisa bohong dan berpura-pura “nothing happenswhile somebody’s offering you that food. Mungkin yang menyamarkan ‘ke-enek-an’ Cuma senyuman. That’s so simple, man! Lewat senyuman semua bisa diatasi (not all case, sih)

tapi senyuman yang gampang banget menutupi isi hati yang sebenarnya itu, ngga perlu disalahkan. Toh, berkat dia, kita bahagia. semua senang~ betul tidak? 

Contoh sederhana nih, temen sebelah nawarin snack ke kita terus kitanya malu-malu mupeng. Tapi penginnya jaga image biar dikira cool. Yeah, waktu temen sebelah bilang, “mau ngga?” cukup dijawab dengan mengangkat lima jari dan setelah itu senyum. Dan tampang kemupengan kita pun tertutupi!

Nah, senyum memang bikin segala yang tabu jadi berkesan dramatis~ J Being cool’s reached!

tapi saran nih. Rezeki jangan ditolak, deh. Kalau beneran lagi laper terus ada temen nawarin kue dan kalian pengen, yaa ambil aja. Jaim emang kadang bikin kita tersiksa, beneran.

Well, melipir kemana-mana, nih.

Oke. Balik ke mata dan hati.

Tuhan memang baik, ya. Menciptakan mata dan hati untuk jujur. Jujur itu, mahal! Makanya, ketika polisi sedang mengintrogasi tersangka, dia selalu lihat mata si tersangka, bukan jidatnya. Karena jidat hanyalah selebar lapangan futsal tidak bisa menggambarkan isi hati seseorang.

Dan pak polisi atau guru BK atau orang tua sekalipun ngga akan melihat hati kita saat mengintrogasi. Yaa karena hati ngga bisa dilihat.

Tentang ciri-ciri gerakan mata orang yang lagi ngga jujur, ada beberapa sih. Ngga begitu akurat, soalnya bersumber dari si kakek. Iya kakek, siapa lagi….....?

Ini nih ciri-cirinya :

Ketika berbohong, orang cenderung menghindari kontak mata dengan lawan bicara. Mata gerak kemana-mana dan pupil membesar. Ada yang mengatakan bahwa jika seseorang diberi pertanyaan lalu mata orang tersebut bergerak ke arah kiri, maka bisa dipastikan jawabannya benar atau jujur. Tapi jika mata bergerak ke arah kanan, maka ia sedang mengarang atau berbohong.
Wallahu’alam yaa~

Hati-hati kalau mau ngga jujur. Karena apa? Karena mata ngga bisa bohong !

Well cukup segitu dulu, sebagai closing, ada quote yang powerful banget buat readers J

udeh, jangan galo :3



Sunday, September 22, 2013

Ketidakberuntungan adalah Keberuntungan


"there's no bad luck is unlucky. Because every bad luck is lucky."

ada hal yang bikin saya terus-terusan penasaran. yaitu sebuah makian terhadap kata "SIAL" atau "APES". dua kata sifat yang nerangin keadaan seseorang dimana dia sedang dalam keadaan buruk. dimana dia dalam keadaan yang tidak diinginkan atau diharapkan. dimana dia dalam keadaan tidak lebih baik dari orang lain. hey! "SIAL" dan "APES" itu semua cuma hal relatif. kenapa disebut relatif? karena keduanya bisa dinilai karena ada pembanding. 

>> 

Si A ada dalam keadaan buruk. Ia bisa berkata bahwa ia sial karena keadaan yang ia alami ia bandingkan denga keadaan orang lain yang lebih baik darinya. it's called relative.

>>

Kalau seandainya si A dalam keadaan buruk dan benar-benar tidak ia inginkan, lalu keadaan tersebut bandingkan dengan keadaan orang lain yang jauh lebih buruk alias ngga enak, itu juga disebut relatif. karena relatif selalu membutuhkan pembanding. 

dan,

yang jadi permasalahannya,
kita cenderung yang mana? kita lebih sering menjadi tipe yang mana?

saya percaya bahwa sebuah ketidakberuntungan adalan keberuntungan. karena tidak ada ketidakberuntungan yang tidak beruntung. 


atau dengan kata lain, (ini pendapat saya) semua ke-apes-an adalah suatu ke-hoki-an.


cuma... Kadang kitanya aja yang sering berlebihan menilai suatu keadaan. Semua ketidakberuntungan langsung disimpulin sebagai suatu ke-apes-an. That's us. 



“Remember that sometimes not getting what you want is a wonderful stroke of luck.” ― Dalai Lama XIV


ada sebuah cerita nyata, nih. mungkin bisa memperjelas quote diatas maksudnya bagaimana.

tubuhnya tiba-tiba mematung didepan papan pengumuman. semua orang di sekelilingnya memekik euforia kebahagiaan. suatu kesenjangan perasaan antara ia, sebut saja si Eneng, dengan teman-teman yang lain. cahaya matanya memudar seketika. jantungnya berdentum tak normal. kenapa? apa yang sebenarnya terjadi? apakah papan pengumuman itu memajang foto close-up-nya dengan angle miring dari atas dengan poni menutupi sebagian mata? bukan. bukan itu! kenyataanya lebih parah dari gosip selebritis kawin cerai manapun!

Danumnya hancur!!

Eneng berjalan mundur tak peduli apapun. ia berbalik badan dan rasanya dunia yang kini ia tatap seakan berubah menjadi neraka. sedikit alay? tidak, karena perasaan siapapun jika dalam kondisi seperti ini akan memunculkan pikiran-pikiran negatif sekaligus imajinasi yang sedikit anarkis.

Dalam pikirannya bergumul prasangka dan penilaian terhadap dirinya sendiri dan masa depan. "Bagaimana bisa," pikirnya, "aku lolos seleksi masuk perguruan tinggi negeri jika danumku sekian?!"

Hari-hari ia jalani dengan segala penilaian yang berdasar logika dan kenyataan tersebut. Ia memvonis bahwa dirinya telah gagal. Ya, gagal!

Tapi suatu hari yang sedikit merekahkan cahaya, ia tergerak untuk mengakhiri kebodohan itu. Suatu cahaya seperti menerangi kegelapan hatinya yang dibutakan papan pengumuman danum. Singkat cerita, berkat kemauannya untuk bergerak dari stagnan keterpurukan dan mencoba untuk mensyukuri danumnya yang tak sesuai keinginan, akhirnya ia mendapati mimpinya jadi kenyataan. 

ia, Eneng, 
lolos seleksi masuk peguruan tinggi dengan prestasinya! 

selesai.

apa yang bisa kita dapat dari cerita itu? 
Ya, ternyata apa yang sangat kita inginkan terkadang pada akhirnya tidak benar-benar kita butuhkan. 
Si Eneng yang awalnya menyialkan keadaan pada dirinya, ia terus dihantui penilaian bahwa ia telah gagal. Seolah-olah keadaannya (yang ia sebut sial) itu, memengaruhi segala aspek kehidupannya. 

Dan ketika ia mulai sadar bahwa berdiam diri dalam keterpurukan adalah suatu kebodohan, ia mulai mencoba menerima hasil pencapaian danumnya itu. Lalu bersyukur. Ternyata apa yang ia dapatkan? Suatu keajaiban? Mungkin iya, mungkin juga tidak. Karena memang begitulah, tidak ada ketidakberuntungan yang tidak beruntung. 

Sekian tulisan panjang ini,
Yah, semoga kita terus sadar dan menyadarkan orang lain.
Bahwa,
Apapun keadaan yang diberi Tuhan kepada kita, adalah hal yang harus disyukuri. Karena setiap detiknya adalah suatu keberuntungan untuk kita :)

wassalam.... :)
Copyright © 2014 The Words World